Presiden Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri Perkuat Sinergi Stabilitas Nasional

Senin, 09 Februari 2026 | 14:18:16 WIB
Presiden Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri Perkuat Sinergi Stabilitas Nasional

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin. 

Acara ini diikuti lebih dari 650 peserta, termasuk unsur TNI, Polri, dan sejumlah menteri kabinet Merah Putih.

Rapim bertujuan memperkuat koordinasi lintas institusi, konsolidasi, serta menyiapkan langkah strategis dalam menjaga stabilitas nasional sepanjang 2026. Kehadiran pimpinan tertinggi TNI-Polri menjadi simbol komitmen terhadap keamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

Presiden memberikan taklimat langsung, menekankan pentingnya sinergi antarmatra TNI dan Polri, serta memastikan agenda pemerintah dapat berjalan lancar. Rapat ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja serta persiapan menghadapi tantangan strategis ke depan.

Pimpinan TNI dan Polri Hadir Lengkap

Sejumlah pimpinan TNI-Polri yang hadir antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Kehadiran mereka menegaskan komitmen kepemimpinan terhadap stabilitas keamanan nasional.

Selain itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali ikut menghadiri rapim. Partisipasi semua unsur matra menjadi simbol keterpaduan TNI dalam mendukung pemerintah.

Sejumlah menteri kabinet Merah Putih juga hadir, termasuk Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Kepala BIN Muhammad Herindra dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya turut menambah dimensi koordinasi lintas lembaga.

Rapim Sebagai Agenda Rutin Tahunan

KSAD Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa rapim ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun. Presiden Prabowo memanfaatkan rapim untuk memberikan pengarahan terkait evaluasi, langkah-langkah pemerintah, serta strategi pembangunan nasional.

“Rutin kan tiap tahun, sekarang kita dandim ke atas, polisi kapolres ke atas. Ini kan acara rutin saja, evaluasi, langkah-langkah ke depan, biasa kita dapet pengarahan dari presiden,” ujar Maruli. Agenda ini menegaskan konsistensi pemerintah dalam membina sinergi TNI-Polri.

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya Irvansyah menambahkan bahwa pengarahan presiden akan mencakup langkah strategis untuk pembangunan Indonesia. “Pastilah ada arahan khusus. Pasti strategis dan untuk membangun Indonesia,” tuturnya.

Persiapan Strategis TNI-Polri 2026

Rapim ini juga menjadi forum untuk menyelaraskan langkah strategis TNI dan Polri, termasuk dalam menghadapi isu-isu nasional dan regional. Koordinasi lintas lembaga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional serta memperkuat stabilitas keamanan di seluruh wilayah Indonesia.

Para pimpinan TNI-Polri tiba di Istana Kepresidenan sejak pukul 09.15 WIB, sementara rapim dimulai pukul 10.00 WIB. Kehadiran KSAD, KSAU, Wakapolri, hingga Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menandai pentingnya rapim ini sebagai forum penguatan komando dan pengambilan keputusan strategis.

Fokus rapim tidak hanya pada evaluasi internal TNI-Polri, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan eksternal. Sinergi, koordinasi, dan disiplin kerja menjadi poin utama agar aparat negara dapat mendukung pemerintah secara optimal.

Penguatan Koordinasi Lintas Institusi

Rapat pimpinan ini menekankan pentingnya hubungan sinergis antarinstansi, termasuk kementerian terkait. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong efektivitas kebijakan pemerintah, memperkuat keamanan nasional, serta mendukung pembangunan strategis di seluruh sektor.

Dalam rapim, Presiden Prabowo menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat bagi kemajuan bangsa. Dengan koordinasi yang baik, TNI-Polri dapat menjadi pilar utama yang mendukung ketertiban, kedamaian, dan kemajuan nasional.

Peserta rapim juga diajak meninjau dan mengevaluasi langkah-langkah strategis yang telah dijalankan, serta menentukan arah kebijakan yang perlu diperkuat di tahun 2026. Hal ini menjadi pondasi bagi keberlanjutan pembangunan dan ketahanan nasional.

Komitmen Bersama untuk Stabilitas Nasional

Rapim TNI-Polri yang digelar Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya komitmen kolektif dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara. Kehadiran pimpinan tinggi TNI, Polri, dan kementerian terkait menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi tantangan nasional.

Selain itu, rapim menjadi wahana evaluasi, perencanaan strategis, dan penguatan koordinasi lintas lembaga. Upaya ini diharapkan mampu memastikan TNI-Polri tetap tangguh, profesional, dan siap mendukung agenda pembangunan nasional.

Melalui rapim, pemerintah menekankan sinergi sebagai kunci keberhasilan strategi keamanan nasional. Evaluasi berkala dan pengarahan presiden menjadi fondasi bagi TNI-Polri untuk terus meningkatkan kinerja, disiplin, dan kesiapan operasional di seluruh wilayah Indonesia.

Terkini