JAKARTA - Kemunculan Sabrina Carpenter di karpet merah Grammy Awards 2026 langsung mencuri perhatian publik dan kamera.
Hadir setelah Tyla dan Rose BLACKPINK, penyanyi pop ini tampil percaya diri dengan pose yang tenang namun memikat. Ia meluangkan waktu cukup lama untuk para fotografer, menegaskan statusnya sebagai salah satu ikon mode sekaligus musisi yang paling dinantikan malam itu. Kehadirannya memperkaya dinamika karpet merah yang penuh sorotan.
Pilihan gaya Sabrina kali ini menandai pergeseran dari citra Hollywood klasik yang selama ini melekat padanya. Ia memilih gaun boho bernuansa romantis yang tetap elegan dan modern. Balutan busana tersebut memberi kesan lembut sekaligus artistik, menonjolkan keberaniannya bereksperimen dengan estetika berbeda. Transisi gaya ini pun menuai pujian karena tetap selaras dengan karakter pribadinya.
Gaun Boho Bernuansa Pengantin Era Tujuh Puluhan
Gaun yang dikenakan Sabrina Carpenter merupakan rancangan khusus Valentino dengan warna putih gading yang lembut. InStyle menggambarkan tampilannya menyerupai pengantin era 1970-an, berkat sentuhan boho yang kuat namun tetap anggun. Detail mutiara, manik-manik, dan payet disusun membentuk pola bunga yang rumit, menciptakan kesan artistik pada keseluruhan busana.
Rok tulle berjenjang memberikan dimensi dan gerak yang halus saat ia melangkah di karpet merah. Potongan gaun yang rendah dipadukan dengan jubah transparan menyerupai selendang, dihiasi rhinestones berkilau. Setiap detail dirancang untuk menangkap cahaya kamera, menjadikan gaun tersebut sebagai salah satu busana paling mencolok malam itu.
Riasan Minimalis dan Aksesori Simpel yang Memikat
Meski gaunnya penuh detail berkilau, Sabrina memilih riasan yang relatif minimalis. Kulitnya tampak bercahaya dengan sentuhan makeup ringan yang menonjolkan kecantikan alami. Maskara tipis, highlight lembut di sudut mata, pipi merona, serta bibir berwarna mauve menciptakan keseimbangan sempurna dengan busana yang dramatis.
Rambut pirangnya yang ikonik tetap dipertahankan, lengkap dengan poni tirai khasnya. Tatanan sanggul rendah yang longgar memberi kesan santai namun tetap elegan. Ia melengkapi penampilan dengan anting berlian mungil dan beberapa cincin serasi yang membentuk inisial namanya, detail kecil yang memperkuat identitas personalnya.
Deretan Nominasi Grammy dan Penampilan Panggung
Tahun ini, Sabrina Carpenter mencatat pencapaian penting dengan enam nominasi Grammy berkat albumnya Man’s Best Friend. Ia bersaing di kategori prestisius seperti Record of the Year, Song of the Year, dan Album of the Year. Selain itu, ia juga masuk nominasi Best Pop Solo Performance, Best Pop Vocal Album, serta Best Music Video.
Ia dijadwalkan tampil di panggung Grammy Awards 2026, beradu sorotan dengan nama-nama besar seperti Lady Gaga, Billie Eilish, Chappell Roan, Doechii, Rose BLACKPINK, hingga Justin Bieber. Antisipasi tinggi menyelimuti penampilannya, mengingat reputasinya yang konsisten menghadirkan performa enerjik dan berkarakter kuat.
Jejak Prestasi dan Grammy Pertama Tahun Lalu
Sabrina Carpenter bukan pendatang baru di panggung Grammy. Tahun sebelumnya, ia meraih dua piala Grammy dari total 12 nominasi. Penghargaan tersebut ia raih untuk Best Pop Vocal Album lewat Short n’ Sweet dan Best Pop Solo Performance untuk lagu “Espresso”. Momen itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier musiknya.
Saat menerima penghargaan, Sabrina sempat melontarkan candaan tentang rasa gugupnya. Ia mengaku tak menyangka akan menang dan masih terengah-engah usai tampil. Ucapannya yang spontan dan jujur membuat momen tersebut terasa hangat dan berkesan, sekaligus menunjukkan sisi personalnya yang membumi di tengah gemerlap industri musik.
Sikap Tegas Menolak Penggunaan Musik untuk Agenda Politik
Di luar sorotan mode dan musik, Sabrina Carpenter juga menunjukkan sikap tegas terkait isu sosial. Ia memprotes keras penggunaan lagunya “Juno” dalam video razia imigrasi yang diunggah akun resmi Gedung Putih di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Video tersebut menuai kontroversi karena menampilkan penangkapan oleh petugas ICE dengan latar musik lagu miliknya.
Carpenter menilai penggunaan lagu tersebut bertentangan dengan makna karya yang ia ciptakan. Dalam pernyataannya, ia menyebut video itu jahat dan menjijikkan, serta meminta agar musiknya tidak digunakan untuk mendukung agenda yang tidak manusiawi. Sikap ini menempatkannya sejajar dengan musisi lain yang menolak keras eksploitasi karya seni untuk kepentingan politik tanpa izin.
Secara keseluruhan, kehadiran Sabrina Carpenter di Grammy Awards 2026 tidak hanya menegaskan statusnya sebagai bintang musik papan atas, tetapi juga sebagai figur publik dengan selera mode kuat dan sikap prinsipil. Dari gaun boho berhias mutiara hingga pandangan tegas soal isu sosial, Sabrina kembali membuktikan bahwa dirinya adalah sosok multidimensi yang terus berkembang dan relevan.AQ