JAKARTA - Atmosfer Indonesia Arena kembali menjadi saksi keberhasilan timnas futsal Indonesia melangkah mantap di Piala Asia Futsal 2026.
Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, skuad Garuda menunjukkan performa solid saat menaklukkan Kirgistan pada laga Grup A, Kamis malam WIB. Kemenangan ini bukan hanya soal kualitas permainan, tetapi juga tentang energi tambahan yang datang dari tribun penonton.
Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, secara terbuka mengakui bahwa dukungan suporter memiliki peran besar dalam hasil positif tersebut. Menurutnya, kehadiran publik Indonesia Arena memberi dorongan mental yang signifikan bagi para pemain. Dalam laga yang berlangsung ketat, faktor nonteknis ini menjadi pembeda yang tak bisa diabaikan.
Indonesia berhasil mengamankan kemenangan 5-3 lewat gol-gol yang dicetak Mochammad Iqbal, Firman Adriansyah, Rio Pangestu, Nur Adriansyah, dan Israr Megantara. Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positif setelah sebelumnya tim Merah Putih menang telak 5-0 atas Korea Selatan di pertandingan pembuka. Dua kemenangan beruntun tersebut memastikan tiket perempat final sudah berada di genggaman.
Dukungan Penuh Indonesia Arena Jadi Pembeda
Bermain di hadapan 6.501 penonton, timnas futsal Indonesia tampil percaya diri sejak menit awal. Sorak sorai suporter terus mengalir sepanjang pertandingan, menciptakan tekanan tersendiri bagi lawan. Dalam situasi krusial, dukungan tersebut kerap memacu semangat pemain untuk bangkit dan menjaga intensitas permainan.
Hector Souto menilai suasana Indonesia Arena memberikan keuntungan psikologis yang nyata. Ia menyebut para pendukung sebagai “pemain keenam” yang membantu tim melewati momen-momen sulit. Kehadiran suporter disebut membuat para pemain lebih berani mengambil keputusan dan tampil agresif di lapangan.
“Saya katakan bahwa pemain keenam adalah (supoter) Indonesia Arena,” ujar Souto selepas laga. Pernyataan ini menegaskan bahwa kemenangan atas Kirgistan tidak hanya lahir dari strategi, tetapi juga dari sinergi antara tim dan pendukung. Dukungan tersebut dianggap sebagai elemen penting dalam perjalanan Indonesia di turnamen ini.
Kemenangan Kedua Pastikan Tiket Perempat Final
Hasil positif atas Kirgistan membuat Indonesia mengoleksi enam poin dari dua laga. Capaian ini memastikan langkah timnas futsal Indonesia ke babak perempat final Piala Asia Futsal 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi permainan yang ditunjukkan sejak laga perdana.
Dengan selisih gol yang lebih baik, Indonesia kini memimpin klasemen sementara Grup A. Posisi puncak tersebut ditempati setelah skuad Garuda menggusur Irak, yang juga mencatatkan dua kemenangan. Persaingan di grup ini pun semakin menarik menjelang laga terakhir fase grup.
Mochammad Iqbal dan kolega dinilai mampu menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Produktivitas gol yang tinggi menjadi salah satu kekuatan utama, sementara disiplin di lini belakang membantu tim meredam tekanan lawan. Kombinasi ini membuat Indonesia tampil dominan dalam dua pertandingan awal.
Apresiasi Pelatih untuk Peran Pemain Keenam
Usai pertandingan, Hector Souto tak lupa menyampaikan apresiasi khusus kepada para suporter. Ia menilai dukungan yang diberikan sepanjang laga sangat membantu tim dalam menjaga fokus dan determinasi. Menurutnya, energi dari tribun terasa langsung di lapangan.
“Hari ini (publik) Indonesia Arena sangat membantu kami,” imbuh Souto kepada awak media. Pernyataan tersebut mencerminkan betapa pentingnya peran suporter dalam pertandingan berintensitas tinggi. Dalam futsal, di mana tempo permainan sangat cepat, dukungan mental sering kali menjadi faktor krusial.
Souto juga menekankan bahwa hubungan antara tim dan suporter harus terus dijaga. Ia berharap atmosfer positif ini dapat dipertahankan hingga laga-laga berikutnya. Dengan dukungan penuh, peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh dinilai semakin terbuka.
Target Sajikan Laga Menarik Kontra Irak
Meski sudah memastikan lolos ke perempat final, Indonesia masih menyisakan satu laga penting melawan Irak. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu (31/1/2026) dan diprediksi berjalan ketat. Kedua tim sama-sama mengoleksi dua kemenangan dan berambisi menjadi juara grup.
Hector Souto berharap anak asuhnya mampu kembali tampil maksimal di hadapan publik sendiri. Ia ingin tim membalas dukungan suporter dengan permainan atraktif dan hasil positif. Setidaknya, hasil imbang sudah cukup untuk mengamankan status juara Grup A.
“Saya sudah tahu bahwa pada hari Sabtu nanti, tempat pertandingan akan penuh,” kata Souto. Ia berharap atmosfer tersebut bisa dinikmati bersama oleh pemain dan pendukung. Target kemenangan disebut tetap menjadi prioritas demi menjaga momentum positif tim.
Irak Dinilai Lawan Rumit dan Berbahaya
Menjelang laga penentuan, Hector Souto mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai kekuatan Irak. Menurutnya, Singa Mesopotamia memiliki sejumlah pemain dengan kemampuan individu yang sangat baik. Duel satu lawan satu menjadi salah satu keunggulan utama tim tersebut.
“Pertandingan yang sangat rumit,” ujar Souto saat membahas calon lawan. Ia menilai gaya bermain Irak cenderung mengarah pada futsal barat, dengan tempo cepat dan permainan yang mengandalkan keterampilan individu. Situasi ini menuntut konsentrasi penuh sepanjang pertandingan.
“Irak lebih bergaya futsal barat. Mereka cepat, mereka bermain sangat terampil dan selalu dekat dengan gol dalam situasi individu,” imbuhnya. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa meski tampil impresif, Indonesia tetap harus menjaga fokus demi meraih hasil terbaik di laga pamungkas grup.