JAKARTA - Memasuki paruh kedua musim, persaingan di BRI Super League 2025/2026 semakin memperlihatkan wajah kompetisi yang sesungguhnya.
Setiap pertandingan kini terasa krusial karena berpengaruh langsung pada peta klasemen, baik di papan atas maupun papan bawah. Tim-tim besar berupaya menjaga konsistensi demi titel juara, sementara klub lain mati-matian menghindari zona degradasi yang kian mengancam.
Hingga pekan ke-18, dinamika klasemen menunjukkan jarak poin yang sangat tipis antartim. Kondisi ini membuat satu kemenangan atau satu kekalahan saja bisa mengubah posisi secara signifikan. Memasuki pekan ke-19, atmosfer kompetisi dipastikan semakin panas karena setiap klub membawa kepentingan besar masing-masing.
Situasi tersebut menjadikan BRI Super League musim ini sebagai salah satu yang paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya soal perebutan gelar, tetapi juga tentang perjuangan bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Persib Bandung Kokoh Di Puncak Klasemen
Persib Bandung berhasil menjaga posisi teratas klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 41 poin dari 18 pertandingan. Konsistensi menjadi kunci utama Maung Bandung sepanjang musim ini, baik saat bermain kandang maupun tandang. Hasil tersebut menempatkan Persib sebagai tim paling stabil sejauh ini.
Keunggulan Persib tidak datang dengan mudah, mengingat tekanan dari para pesaing terus hadir di setiap pekan. Meski demikian, Persib mampu menjaga jarak poin, meskipun sangat tipis, dari tim-tim di bawahnya. Posisi puncak ini tentu menjadi modal penting untuk menghadapi paruh kedua kompetisi.
Namun, keunggulan tersebut belum membuat Persib aman sepenuhnya. Selisih poin yang tipis membuat mereka wajib menjaga fokus, karena satu hasil buruk saja bisa menggoyahkan posisi yang saat ini mereka tempati.
Persaingan Papan Atas Makin Menyala
Di bawah Persib, Borneo FC terus memberikan tekanan serius dengan torehan 40 poin. Selisih satu angka saja menjadi bukti bahwa perebutan puncak klasemen masih sangat terbuka. Borneo FC tampil konsisten dan siap memanfaatkan setiap peluang jika Persib terpeleset.
Persija Jakarta juga tak kalah agresif. Macan Kemayoran menempati posisi ketiga dengan 38 poin, menjaga asa untuk terus bersaing dalam perebutan gelar juara. Dukungan suporter dan performa tim yang cukup stabil membuat Persija tetap menjadi ancaman bagi dua tim teratas.
Sementara itu, Malut United FC menjadi kejutan dengan menembus empat besar lewat raihan 37 poin. Performa impresif mereka membuktikan bahwa persaingan papan atas tidak hanya dimonopoli klub-klub mapan, tetapi juga memberi ruang bagi tim yang tampil konsisten sepanjang musim.
Peluang Tim Pengejar Masih Terbuka
Di luar empat besar, beberapa tim masih memiliki peluang untuk ikut meramaikan persaingan papan atas. Persita Tangerang yang mengoleksi 32 poin dan Persebaya Surabaya dengan 31 poin masih berada dalam jarak yang relatif aman untuk mengejar posisi elit.
Dengan sisa pertandingan yang cukup panjang, peluang untuk naik peringkat masih sangat terbuka. Konsistensi dan hasil positif beruntun bisa menjadi kunci bagi tim-tim ini untuk merangsek ke papan atas. Sebaliknya, hasil negatif beruntun juga berpotensi membuat posisi mereka melorot.
Kondisi ini membuat setiap pertandingan menjadi sangat menentukan. Tidak ada laga yang bisa dianggap enteng karena dampaknya langsung terasa pada klasemen sementara.
Drama Panas Di Zona Degradasi
Tak hanya papan atas, persaingan di zona degradasi juga menyajikan drama yang tak kalah sengit. Persis Solo saat ini terpuruk di dasar klasemen dengan 10 poin. Situasi ini memaksa mereka berjuang ekstra keras demi menjaga asa bertahan di BRI Super League.
Semen Padang menyusul dengan 11 poin, sementara Persijap berada tepat di atasnya dengan 12 poin. Ketiga tim ini berada dalam posisi rawan dan membutuhkan kemenangan demi kemenangan untuk keluar dari zona merah. Setiap laga kini terasa seperti partai final bagi mereka.
Tekanan besar tentu menghantui tim-tim tersebut, namun justru di situlah mental dan strategi pelatih akan diuji. Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada nasib mereka di akhir musim.
Tim Lain Belum Sepenuhnya Aman
Madura United dan PSBS Biak juga belum bisa bernapas lega. Meski tidak berada tepat di zona degradasi, jarak poin yang tipis membuat posisi mereka masih rawan tergelincir. Kekalahan beruntun bisa menyeret mereka ke zona merah dalam waktu singkat.
Situasi ini menambah ketegangan di setiap pekan pertandingan. Tidak hanya tim papan bawah, tim papan tengah pun harus tetap waspada dan mengamankan poin demi poin. Persaingan yang merata membuat liga berjalan semakin menarik.
Dengan sisa musim yang masih panjang, peta klasemen BRI Super League 2025/2026 diprediksi terus berubah. Pekan ke-19 dan seterusnya akan menjadi penentu arah kompetisi, baik dalam perebutan gelar juara maupun perjuangan menghindari degradasi.