Asing Ramai Ramai Jual Saham Jumbo BBCA Teratas Tekan IHSG Kemarin Dalam

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:50:19 WIB
Asing Ramai Ramai Jual Saham Jumbo BBCA Teratas Tekan IHSG Kemarin Dalam

JAKARTA - Gelombang tekanan kembali menyelimuti pasar saham domestik pada perdagangan akhir Januari 2026. 

Aktivitas investor asing menjadi sorotan utama setelah arus dana keluar tercatat sangat besar dan terfokus pada saham-saham berkapitalisasi jumbo. Kondisi ini membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan berada di bawah tekanan hebat, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menghadapi sentimen global dan regional.

Pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026, investor asing kembali membukukan aksi jual bersih signifikan. Tekanan tersebut tidak hanya berdampak pada pergerakan indeks, tetapi juga menekan harga sejumlah saham unggulan yang selama ini menjadi tulang punggung pasar modal Indonesia.

Data pasar menunjukkan nilai net foreign sell mencapai Rp6,17 triliun. Sepanjang sesi perdagangan, investor asing tercatat melakukan pembelian senilai Rp14,76 triliun, namun aksi jual jauh lebih besar dengan nilai mencapai Rp20,93 triliun.

Besarnya selisih antara nilai beli dan jual ini mencerminkan sikap defensif investor asing, terutama terhadap saham-saham berkapitalisasi besar yang likuid dan mudah dilepas di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

Saham Perbankan Jadi Sasaran Tekanan Asing

Sektor perbankan menjadi target utama aksi jual investor asing. Saham-saham bank besar mengalami tekanan paling signifikan, sejalan dengan besarnya porsi kepemilikan asing di sektor ini. Dari seluruh saham yang dilepas, Bank Central Asia menjadi yang paling dominan.

PT Bank Central Asia Tbk mencatatkan net foreign sell terbesar dengan nilai mencapai Rp4,15 triliun. Nilai jual asing di saham ini tercatat menembus Rp6,23 triliun, sementara nilai beli hanya berada di kisaran Rp2,09 triliun.

Besarnya arus keluar dana asing tersebut berdampak langsung pada pergerakan harga saham BBCA. Harga saham bank milik Grup Djarum ini tertekan hingga menyentuh level terendah sejak Juli 2022.

Tekanan serupa juga dialami saham perbankan lain seperti Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia, yang sama-sama masuk dalam daftar saham dengan net foreign sell terbesar.

BBCA Paling Jumbo Di Daftar Net Sell

Dominasi BBCA dalam daftar saham yang dilepas asing mencerminkan skala tekanan yang terjadi. Dengan nilai net sell yang jauh melampaui saham lain, BBCA menjadi simbol pelepasan dana asing dari saham-saham unggulan.

Selain BBCA, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat net foreign sell sebesar Rp1,28 triliun. Tekanan di saham BMRI turut memperberat kinerja sektor keuangan yang selama ini menjadi penopang IHSG.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk juga tidak luput dari aksi jual asing dengan nilai mencapai Rp1,14 triliun. Saham-saham bank pelat merah tersebut menjadi pilihan utama investor asing untuk melakukan realisasi keuntungan maupun mengurangi eksposur risiko.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelepasan dana asing tidak bersifat selektif semata, melainkan menyasar saham-saham besar yang memiliki likuiditas tinggi.

Tekanan Menjalar Ke Telekomunikasi Dan Tambang

Tidak hanya sektor perbankan, tekanan jual asing juga merambah sektor lain. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat net foreign sell sebesar Rp564,5 miliar. Tekanan di TLKM menambah daftar saham blue chip yang mengalami pelemahan.

Di sektor komoditas, PT Aneka Tambang Tbk turut dilepas asing dengan nilai mencapai Rp314,3 miliar. Aksi jual ini terjadi meskipun harga logam mulia tengah berada dalam tren penguatan.

Saham sektor tambang dan energi lainnya juga mengalami tekanan, meskipun dengan nilai yang lebih kecil. PT Bumi Resources Minerals Tbk mencatat net foreign sell Rp108,5 miliar, sementara PT Timah Tbk dilepas senilai Rp69,3 miliar.

Tekanan di berbagai sektor ini memperlihatkan bahwa sentimen negatif pasar bersifat menyeluruh, bukan hanya terfokus pada satu industri tertentu.

Daftar Lengkap Sepuluh Saham Paling Dilepas Asing

Berdasarkan data perdagangan, berikut sepuluh saham dengan net foreign sell terbesar pada Rabu, 28 Januari 2026. PT Bank Central Asia Tbk berada di posisi pertama dengan Rp4,15 triliun.

Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan Rp1,28 triliun, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp1,14 triliun. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menempati posisi keempat dengan Rp564,5 miliar.

PT Aneka Tambang Tbk mencatat Rp314,3 miliar, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk Rp108,5 miliar, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk Rp94,4 miliar.

Saham lain yang turut dilepas asing adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Rp93,6 miliar, PT Timah Tbk Rp69,3 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Rp60,4 miliar.

IHSG Ambruk Dan Perdagangan Sempat Dihentikan

Tekanan jual asing yang masif berdampak signifikan terhadap pergerakan IHSG. Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG anjlok 7,35 persen ke level 8.320,56 atau terkoreksi 659,67 poin.

Bahkan pada level terendahnya, IHSG sempat ambruk lebih dari delapan persen. Kondisi ini memaksa otoritas Bursa Efek Indonesia melakukan perhentian perdagangan sementara atau trading halt.

Tekanan terhadap IHSG disebut sebagai respons pasar terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International yang berencana membekukan rebalancing indeks saham di Indonesia pada Februari 2026.

Nyaris seluruh saham yang aktif diperdagangkan berada di zona merah. Sebanyak 753 saham turun, 16 stagnan, dan hanya 37 saham yang mampu mencatatkan kenaikan, mencerminkan tekanan pasar yang sangat luas.

Terkini