Ilkay Gundogan Kembali ke Etihad Hadapi Mantan Klub Galatasaray

Rabu, 28 Januari 2026 | 15:52:50 WIB
Ilkay Gundogan Kembali ke Etihad Hadapi Mantan Klub Galatasaray

JAKARTA - Ilkay Gundogan menjalani momen emosional saat kembali ke Etihad Stadium, kali ini sebagai lawan. 

Gelandang berpengalaman itu akan menghadapi Manchester City bersama Galatasaray di laga krusial Liga Champions fase grup. Perasaan Gundogan campur aduk, antara nostalgia dan profesionalitas yang menuntutnya tampil maksimal.

Meski berstatus lawan, Gundogan menegaskan loyalitasnya pada City tak luntur. Ia tetap penggemar setia The Citizens dan tak menutup mata terhadap kekuatan mantan klubnya, termasuk bintang seperti Erling Haaland. Laga ini jadi ajang reuni sekaligus ujian bagi dirinya.

Reuni di Etihad membawa kenangan indah selama tujuh tahun berkostum City. Gundogan menekankan bahwa meski berstatus musuh selama 90 menit, rasa hormat dan kekagumannya pada Pep Guardiola serta mantan rekan setim tetap ada.

Laga ini juga menjadi kesempatan Gundogan membuktikan profesionalitasnya di lapangan. Ia siap menunjukkan performa terbaik, sambil menjaga hubungan emosional yang telah terbina selama bertahun-tahun bersama City.

Laga yang Aneh Tapi Spesial

Kembali ke Etihad membuat Gundogan merasa aneh sekaligus antusias. Melawan teman lama dan mantan pelatih bukan hal mudah, tetapi pengalaman Treble Winner memberinya energi positif. Ia siap menghadapi atmosfer stadion yang selalu penuh tekanan dan sorakan penggemar.

“Ini akan menjadi pertandingan yang aneh bagi saya, melawan teman-teman lama saya, melawan mantan pelatih saya yang dekat dengan saya,” ujar Gundogan. Ia pun mengaku menantikan momen spesial tersebut dengan penuh antusias.

Bermain sebagai lawan bukan berarti Gundogan kehilangan fokus. Ia menegaskan pentingnya profesionalitas untuk menjaga konsistensi performa tim Galatasaray menghadapi City yang kuat.

Gundogan menambahkan bahwa Etihad tetap memiliki aura istimewa baginya. Setiap sudut stadion mengingatkan pada momen kemenangan dan kebersamaan, yang membuat laga ini berbeda dari pertandingan lain.

Tetap Fans Setia Manchester City

Loyalitas Gundogan pada City tidak pudar meski ia kini membela tim lain. Ia kerap mengikuti perkembangan klub dan selalu mendoakan kesuksesan The Citizens, baik di Premier League maupun Liga Champions.

“Bahkan jika kami tidak menghadapi mereka di kompetisi ini, itu tidak akan mengubah apa pun bagi saya karena ada begitu banyak orang yang dekat dengan hati saya di sini,” ungkapnya. Hal ini menegaskan ikatan emosional yang kuat antara Gundogan dan mantan klubnya.

Meski sebagai lawan, Gundogan menegaskan tetap mendukung filosofi dan gaya bermain City. Ia memandang Pep Guardiola sebagai manajer hebat dan menghormati pencapaian yang diraih klub selama ini.

Kehadiran mantan kapten di sisi lawan justru memberi warna unik bagi pertandingan. Hubungan emosional itu akan terlihat jelas saat ia menghadapi teman lama di tengah sorak-sorai pendukung Etihad.

Prediksi Gelar dan Ancaman Haaland

Sebagai mantan jenderal lini tengah City, Gundogan memahami mentalitas juara tim ini. Ia optimis City mampu mengejar Arsenal di puncak klasemen Premier League jika konsistensi dijaga hingga akhir musim.

“Kita semua tahu bahwa begitu tim City ini mendapatkan momentum, saya pikir mereka akan mampu melaju tanpa terkalahkan dalam waktu yang lama,” katanya. Prediksi ini menunjukkan keyakinannya pada kekuatan mantan klub.

Selain itu, Gundogan memberi peringatan khusus pada rekan setim di Galatasaray agar tidak meremehkan Haaland. Ia menilai striker Norwegia itu adalah mesin gol yang sulit dihentikan.

“Jangan pernah meremehkan dia. Dia salah satu striker terbaik di dunia dan dia adalah mesin gol. Tentu saja, penting bagi kami pada Rabu malam untuk menghentikannya,” ujar Gundogan.

Profesionalisme vs Emosi

Pertandingan ini menjadi ujian bagi Gundogan untuk menyeimbangkan emosi dan profesionalisme. Meski hatinya tetap tertinggal di Manchester, ia harus berjuang untuk membawa Galatasaray meraih hasil positif.

Ia sadar tekanan di Etihad sangat tinggi, apalagi menghadapi atmosfer pendukung yang fanatik. Profesionalitas menjadi kunci agar performanya tetap optimal tanpa terganggu kenangan masa lalu.

Gundogan menegaskan bahwa meski nostalgia menyelimuti, fokus utama adalah kemenangan Galatasaray. Semua strategi dan energi akan diarahkan untuk menghadapi kekuatan City, termasuk menghadapi Haaland dan kolega.

Laga ini dijanjikan akan penuh drama. Perpaduan antara emosi pribadi dan tanggung jawab profesional membuat pertandingan menjadi tontonan menarik bagi penggemar kedua klub.

Terkini