KAI Tambah Perjalanan Kereta Lebaran 2026 Antisipasi Lonjakan Penumpang Nasional Harian

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:21:44 WIB
KAI Tambah Perjalanan Kereta Lebaran 2026 Antisipasi Lonjakan Penumpang Nasional Harian

JAKARTA - Menjelang masa mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kembali mengambil langkah strategis untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat. 

Lonjakan jumlah penumpang yang terjadi setiap tahun mendorong KAI menyiapkan layanan tambahan agar perjalanan mudik dan arus balik tetap berjalan lancar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penambahan jumlah perjalanan kereta api harian selama periode angkutan Lebaran.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan lebih banyak pilihan jadwal bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman. Dengan penambahan perjalanan, kepadatan penumpang di kereta reguler dapat ditekan, sehingga kenyamanan dan keselamatan perjalanan tetap terjaga. 

KAI menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan transportasi publik yang andal.

Penambahan perjalanan kereta selama angkutan Lebaran

PT KAI menambah sebanyak 62 perjalanan kereta api setiap hari selama masa angkutan mudik Lebaran 2026. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode puncak arus mudik dan arus balik. Dengan tambahan perjalanan tersebut, kapasitas angkut kereta api diharapkan meningkat secara signifikan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa langkah ini sudah melalui perhitungan kebutuhan dan kesiapan operasional. Penambahan perjalanan harian menjadi solusi untuk mengurai kepadatan penumpang, khususnya pada rute-rute favorit yang selalu padat menjelang Lebaran.

Prediksi puncak arus mudik dan balik

KAI memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 22 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 28 Maret 2026. Prediksi ini menjadi dasar bagi KAI dalam menyusun strategi operasional selama masa angkutan Lebaran.

“Kita memulai masa mudik ini dari tanggal 11 Maret sampai dengan tanggal 4 April. Jumlah hari operasi kita itu ada 22 hari secara totalnya,” kata Bobby dalam diskusi publik Mudik Outlook 2026 Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Selasa (27/01/2026). Pernyataan ini menunjukkan bahwa KAI telah menyiapkan layanan secara menyeluruh untuk menghadapi periode sibuk tersebut.

Kesiapan sarana dan prasarana perkeretaapian

Untuk mendukung operasional selama angkutan Lebaran 2026, KAI telah menyiapkan lebih dari 2.700 sarana perkeretaapian. Sarana tersebut mencakup lokomotif, kereta penumpang, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Kesiapan armada menjadi faktor penting agar tambahan perjalanan dapat dijalankan secara optimal.

Dengan jumlah sarana yang memadai, KAI memastikan setiap perjalanan tetap memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Pemeriksaan rutin dan perawatan armada juga dilakukan secara intensif menjelang masa mudik. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi gangguan teknis yang dapat menghambat perjalanan penumpang.

Program potongan harga tiket Lebaran

Selain menambah jumlah perjalanan, KAI juga menyiapkan program potongan harga tiket selama angkutan Lebaran 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api. Pola diskon yang diterapkan mengacu pada kebijakan yang telah dijalankan pada periode Natal dan Tahun Baru.

“Kita di angkutan Lebaran ini mengalokasikan 1,2 juta tempat duduk yang nantinya itu mengikuti pola sebelumnya,” kata Bobby. Diskon sebesar 30 persen untuk kereta api jarak jauh kelas ekonomi menjadi salah satu daya tarik utama. Dengan tarif lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan mudik lebih awal.

Persiapan angkutan motor gratis

KAI juga tengah mempersiapkan program angkutan motor gratis sebagai bagian dari layanan tambahan selama Lebaran 2026. Program ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh. KAI melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mempersiapkan teknis pelaksanaan program tersebut.

Persiapan mencakup penyediaan sarana, prasarana, serta pengaturan operasional agar program berjalan lancar. Dengan adanya angkutan motor gratis, masyarakat memiliki alternatif yang lebih aman dan nyaman untuk membawa kendaraan roda dua ke kampung halaman tanpa harus mengendarainya sendiri.

Antisipasi banjir dan gangguan jalur rel

Selain fokus pada penambahan layanan, KAI juga melakukan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan perjalanan akibat banjir, longsor, dan rob. Sejumlah wilayah telah dipetakan dan masuk dalam kategori Daerah Dalam Pengawasan Khusus atau Gapsus. Wilayah ini menjadi prioritas pemantauan selama masa angkutan Lebaran.

KAI menerapkan dua pendekatan dalam mitigasi risiko tersebut. Dari sisi teknis, dilakukan perbaikan dan peninggian jalur rel di titik-titik rawan banjir atau rob. “Ada yang kita angkat 15 sentimeter, ada 20 sentimeter, ada 30 sentimeter. Bahkan yang kemarin di Pekalongan, kita mengangkat sampai dengan 50 sentimeter sepanjang 600 meter,” jelas Bobby.

Penempatan petugas tambahan di lapangan

Dari sisi nonteknis, KAI menempatkan lebih dari 1.100 petugas tambahan selama masa angkutan Lebaran. Petugas ini bertugas memantau kondisi daerah-daerah dalam pengawasan khusus. Kehadiran mereka di lapangan memungkinkan respons cepat jika terjadi gangguan perjalanan.

“Jika terjadi sesuatu di sana, maka petugas-petugas inilah yang akan melakukan prediksi berapa lama service atau operation recovery. Nah dengan demikian kami bisa mengatur ulang kembali perjalanan kereta,” pungkasnya. Dengan kombinasi penambahan perjalanan, diskon tiket, dan mitigasi risiko, KAI optimistis angkutan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.

Terkini