JAKARTA - Pelayanan rute laut antara Jayapura dan Bitung kembali diperkuat oleh Pelni pada Februari 2026.
Kapal KM Sinabung dan KM Dorolonda dijadwalkan melayani pelayaran dengan beragam kelas penumpang, mulai dari ekonomi hingga kelas 1. Layanan ini menjadi opsi transportasi penting bagi masyarakat dan pelaku usaha di jalur timur Indonesia.
Tiket ekonomi dibanderol mulai Rp647.500, sementara kelas 1A mencapai Rp2.133.500. Keberadaan layanan ini memastikan konektivitas antarpelabuhan tetap lancar meski perjalanan memakan waktu lebih dari tiga hari. Pelni menekankan bahwa jadwal dan harga tiket bisa berubah, sehingga calon penumpang disarankan memantau informasi resmi melalui situs dan aplikasi Pelni Mobile.
KM Sinabung layani rute Jayapura-Bitung dengan berbagai kelas
KM Sinabung berangkat dari Jayapura pada Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 01.00 WIB. Perjalanan menempuh waktu 3 hari 15 jam, dengan estimasi tiba di Bitung pada Selasa, 10 Februari pukul 16.00. Kapal ini menyediakan lima kelas, yaitu 1A, 1B, 2A, 2B, dan ekonomi.
Harga tiket kelas 1B dibanderol Rp1.747.500, 2A Rp1.197.500, 2B Rp1.107.500, dan ekonomi Rp647.500. Layanan ini memungkinkan penumpang memilih opsi yang sesuai dengan budget sekaligus kenyamanan perjalanan.
KM Dorolonda layani perjalanan lanjutan dari Bitung
KM Dorolonda akan berangkat dari Bitung pada Selasa, 10 Februari pukul 10.00 WIB menuju Jayapura. Lama perjalanan diperkirakan 3 hari 16 jam, sehingga kapal tiba pada Sabtu, 14 Februari pukul 02.00. Untuk kelas ekonomi, harga tiket sama seperti KM Sinabung, yakni Rp647.500.
Rute ini memfasilitasi penumpang yang memerlukan mobilitas reguler antara pelabuhan utama di Papua dan Sulawesi Utara. Pelayanan ini juga berperan sebagai jalur distribusi logistik dan kebutuhan pokok antarwilayah.
Cara memesan tiket Pelni secara online
Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui situs resmi PT Pelni. Pengguna tinggal memilih menu “Reservasi Tiket”, mengisi data pelabuhan asal, tujuan, tanggal keberangkatan, jumlah tiket, dan jenis kelas. Setelah itu, klik “Cari Pelayanan” untuk menemukan jadwal yang sesuai.
Apabila ingin mengubah rute atau tanggal keberangkatan, pengguna bisa klik “Buka Pencarian” di sisi kanan atas. Langkah berikutnya adalah mengisi data pemesan dan calon penumpang, kemudian melakukan pembayaran melalui metode yang tersedia. Setelah pembayaran sukses, penumpang menerima kode booking untuk mencetak tiket di pelabuhan keberangkatan.
Konektivitas laut dorong mobilitas masyarakat dan ekonomi lokal
Rute Jayapura–Bitung menjadi salah satu jalur strategis bagi transportasi laut di Indonesia bagian timur. Layanan kapal Pelni tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung distribusi barang, logistik, dan pariwisata antarprovinsi.
Ketersediaan berbagai kelas kapal memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, mulai dari penumpang dengan anggaran terbatas hingga yang menginginkan kenyamanan lebih. Kapal Pelni juga menjadi solusi transportasi jarak jauh yang aman dan efisien di wilayah kepulauan.
Pentingnya memantau jadwal dan harga tiket terbaru
Meski jadwal dan harga tiket telah diumumkan, Pelni mengingatkan masyarakat untuk selalu mengecek update terbaru melalui situs resmi atau aplikasi Pelni Mobile. Perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu akibat kondisi operasional, cuaca, atau kebutuhan teknis kapal.
Kehadiran informasi yang akurat membantu penumpang merencanakan perjalanan dengan lebih baik. Dengan pemesanan online, masyarakat dapat menghindari antrean panjang di pelabuhan serta memastikan keberangkatan sesuai rencana.
Pelni sebagai tulang punggung transportasi laut domestik
Layanan reguler KM Sinabung dan KM Dorolonda menunjukkan peran Pelni sebagai penggerak mobilitas di Indonesia timur. Dengan rute ini, konektivitas antarprovinsi meningkat, masyarakat mendapatkan akses transportasi andal, dan aktivitas ekonomi lintas wilayah tetap lancar.
Pelni juga menyediakan alternatif transportasi terjangkau dan aman, yang mendukung pembangunan sosial-ekonomi di pulau-pulau terluar. Keberadaan kapal ini menjadi jembatan penghubung penting bagi masyarakat, pelaku usaha, dan distribusi logistik antarprovinsi.