Menjelajahi Pasar Tradisional Legendaris Yogyakarta Dari Beringharjo Hingga Kawasan Imogiri

Senin, 26 Januari 2026 | 14:52:29 WIB
Menjelajahi Pasar Tradisional Legendaris Yogyakarta Dari Beringharjo Hingga Kawasan Imogiri

JAKARTA - Pasar tradisional masih memegang peranan penting dalam denyut kehidupan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, pasar juga merekam perjalanan sejarah serta budaya yang tumbuh bersama warganya. Seiring perkembangan zaman, pasar-pasar ini tetap bertahan dan beradaptasi tanpa kehilangan identitas aslinya. Keberadaannya menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi rakyat dapat berjalan beriringan dengan pelestarian nilai tradisi.

Dari pusat kota hingga wilayah pinggiran, pasar tradisional di Yogyakarta hadir sebagai ruang interaksi sosial lintas generasi. Pasar-pasar ini menyatukan kebutuhan ekonomi, kuliner, hingga aktivitas budaya dalam satu kawasan. Banyak di antaranya telah berdiri sejak ratusan tahun lalu dan terus beroperasi hingga kini. Inilah yang membuat sejumlah pasar di Yogyakarta dikenal sebagai pasar legendaris.

Pasar Ikonik Di Jantung Kota Yogyakarta

Pasar Beringharjo menjadi simbol pasar tradisional Yogyakarta yang paling dikenal masyarakat luas. Berdasarkan catatan Sonobudoyo, kawasan ini awalnya merupakan hutan beringin yang mulai difungsikan sebagai tempat transaksi setelah berdirinya Keraton Yogyakarta pada 1758. Nama Beringharjo resmi digunakan pada 1929 di masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII, dengan makna kesejahteraan. Hingga kini, pasar yang berada di kawasan Malioboro tersebut tetap ramai oleh warga dan wisatawan.

Selain Beringharjo, Pasar Kranggan juga memiliki sejarah panjang sejak abad ke-19. Pasar ini terletak dekat Tugu Yogyakarta dan awalnya dikenal sebagai tempat belanja kebutuhan pokok masyarakat. Seiring waktu, Pasar Kranggan berkembang menjadi pusat kuliner tradisional dengan beragam jajanan khas. Lokasinya yang strategis membuat pasar ini mudah dijangkau oleh pengunjung.

Pasar Bersejarah Di Kawasan Keraton Dan Sekitarnya

Pasar Ngasem merupakan contoh pasar yang mengalami transformasi fungsi tanpa meninggalkan nilai sejarahnya. Pasar ini diketahui telah ada sejak 1809 dan pernah dikenal sebagai pasar burung terbesar di Yogyakarta. Pada 2010, pedagang burung dipindahkan ke kawasan lain demi pengembangan wisata Taman Sari. Sejak itu, Pasar Ngasem berkembang menjadi pusat kuliner dan ruang publik yang hidup.

Tak jauh dari kawasan tersebut, Pasar Legi Kotagede menjadi salah satu pasar tertua yang berdiri sejak abad ke-16. Pasar ini didirikan oleh Ki Ageng Pamanahan pada 1549 sebagai pusat aktivitas ekonomi penting. Hingga kini, pasar ini tetap ramai dengan penjualan kebutuhan pokok, kerajinan, hingga jajanan tradisional khas Kotagede. Nilai sejarah yang kuat membuat pasar ini selalu menarik perhatian pengunjung.

Pasar Tradisional Penopang Ekonomi Wilayah Sleman

Di wilayah Sleman, Pasar Gamping dikenal sebagai salah satu pasar tradisional terbesar dan tertua. Menurut Sonobudoyo, pasar ini telah berfungsi sebagai pusat ekonomi sejak masa Kerajaan Mataram Lama. Pasar Gamping berkembang menjadi sentra buah segar dengan harga terjangkau. Aktivitas jual beli berlangsung selama 24 jam, mendukung kebutuhan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Pasar Lempuyangan hadir sebagai pasar relokasi yang kini populer sebagai pusat kuliner tradisional. Pasar ini menjadi pilihan warga untuk menikmati aneka hidangan khas Yogyakarta. Keberadaannya yang dekat dengan Stasiun Lempuyangan menjadikan pasar ini strategis. Pasar tersebut juga mencerminkan dinamika adaptasi pasar tradisional terhadap kebutuhan zaman.

Pasar Unik Dengan Karakter Khusus

Keunikan pasar tradisional Yogyakarta juga tercermin dari Pasar Senthir dan Pasar Telo Karangkajen. Pasar Senthir dikenal sebagai pasar loak legendaris yang menjual beragam barang bekas bernilai historis. Aktivitas jual beli berlangsung malam hari dengan suasana khas yang berbeda dari pasar lain. Nama Senthir diambil dari lampu minyak yang dahulu digunakan pedagang sebagai penerangan.

Pasar Telo Karangkajen memiliki ciri khas sebagai pusat penjualan singkong dan olahannya. Pasar ini telah berdiri sejak 1857 dan menjadi satu-satunya pasar khusus ketela di Yogyakarta. Pengunjung dapat menemukan berbagai jenis telo hingga makanan olahannya. Keberadaan pasar ini memperkaya ragam pasar tematik di Yogyakarta.

Pasar Legendaris Di Wilayah Bantul

Di Kabupaten Bantul, Pasar Prawirotaman dan Pasar Imogiri menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar Prawirotaman berdiri sejak 1943 dan telah direvitalisasi pada 2019 agar lebih modern dan nyaman. Kini, pasar tersebut memadukan fungsi pasar tradisional dengan ruang publik dan ekonomi kreatif. Wajah barunya tetap mempertahankan peran sebagai pusat kebutuhan warga.

Pasar Imogiri diperkirakan telah ada sejak abad ke-17 dan pernah terdampak gempa besar pada 2006. Setelah dibangun kembali pada 2007, pasar ini berkembang di atas lahan luas milik pemerintah desa. Selain menjual kebutuhan sehari-hari, pasar ini juga dikenal sebagai pasar hewan. Keberadaannya menegaskan peran pasar tradisional sebagai penopang ekonomi lokal yang tangguh.

Terkini