Harga Perak Tembus USD100 Per Ons, Gejolak Global Dorong Reli Logam Mulia

Senin, 26 Januari 2026 | 13:55:23 WIB
Harga Perak Tembus USD100 Per Ons, Gejolak Global Dorong Reli Logam Mulia

JAKARTA - Harga perak kembali mencuri perhatian pasar setelah menembus level psikologis USD100 per ons, menandai reli signifikan dalam pasar logam mulia global. 

Lonjakan ini dipicu kombinasi gejolak geopolitik, arus spekulatif agresif, serta meningkatnya ketidakpercayaan investor terhadap instrumen keuangan konvensional.

Lonjakan Harga dari Zona USD90 ke Tiga Digit

Sejak awal tahun, perak mulai menembus level USD90 per ons, sinyal perubahan rezim harga yang disoroti para pelaku pasar. Kenaikan ini didorong oleh pembelian aset safe haven dan permintaan fisik yang meningkat dari investor ritel maupun institusi. 

Momentum harga akhirnya terkonfirmasi saat perak menembus USD100 per ons, mencatat level USD100,29 sebagai titik tertinggi, menegaskan dinamika pasar yang cepat memperhitungkan risiko global.

Ketegangan Geopolitik Dorong Peralihan Dana ke Aset Aman

Reli harga perak sebagian besar ditopang ketidakpastian geopolitik, termasuk konflik regional dan sanksi perdagangan global. Investor mencari aset portabel dan diakui secara internasional, sehingga perak yang sebelumnya sering diabaikan dibanding emas, kini ikut menikmati aliran dana pelarian. 

Ketidakpastian kebijakan di Amerika Serikat, terutama terkait perdagangan dan fiskal, turut memperkuat sentimen ini, mendorong harga perak ke zona tiga digit.

Peran Spekulasi dan Permintaan Struktural

Kecepatan reli perak tidak lepas dari aktivitas spekulatif di pasar berjangka, di mana dana leverage dan trader momentum masuk agresif. Meski demikian, faktor struktural tetap berperan penting. Permintaan industri untuk energi surya, elektronik, dan minimnya investasi tambang baru memperkuat dukungan harga. 

Kombinasi spekulasi dan kebutuhan fisik membuat perak bergerak lebih agresif dibanding siklus sebelumnya.

Premi Bullion Meluas, Pasar Fisik Tertekan

Pasar fisik perak mencatat premi ritel yang melebar, mencerminkan ketatnya pasokan di tingkat distributor. Platform bullion utama menawarkan koin seperti American Silver Eagle di atas USD107, jauh di atas harga spot. Selisih harga ini menandakan tekanan pada ketersediaan fisik dan tingginya minat investor terhadap produk bullion, sekaligus menegaskan reli harga tidak hanya terjadi di pasar berjangka.

Saham Tambang Menguat, Risiko Koreksi Tetap Ada

Reli perak juga berdampak positif pada saham perusahaan tambang logam mulia. Investor mengantisipasi perbaikan arus kas dan neraca keuangan produsen setelah margin tipis beberapa tahun terakhir. 

Namun, pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi koreksi tajam jika ketegangan geopolitik mereda atau kepercayaan terhadap kebijakan moneter pulih. Reli saat ini sebagian masih didorong momentum dan leverage sehingga rentan terhadap pembalikan arah.

Prospek Pasar Perak Global

Harga perak yang menembus USD100 per ons menandai pergeseran sentimen investor dari komoditas industri menjadi aset safe haven. Lonjakan ini dipengaruhi ketegangan geopolitik, permintaan fisik, dan arus spekulatif, sementara premi bullion meluas dan saham tambang menguat. 

Meskipun risiko koreksi tetap ada, pasar melihat keberadaan perak di zona tiga digit kemungkinan lebih bertahan selama ketidakpastian global tetap tinggi.

Terkini