Diskon Transportasi Nataru Efektif Dorong Mobilitas Dan Aktivitas Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:41:00 WIB
Diskon Transportasi Nataru Efektif Dorong Mobilitas Dan Aktivitas Ekonomi Nasional

JAKARTA - Pemerintah menyatakan program diskon transportasi lintas moda selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 berhasil berjalan efektif. 

Kebijakan ini diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi di berbagai wilayah. Realisasi program yang mendekati atau melampaui target menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan stimulus ini dirancang untuk menjaga daya beli sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas lancar selama libur panjang. “Capaian realisasi yang mendekati bahkan melampaui target pada sejumlah moda menunjukkan kebijakan ini berjalan efektif,” jelas Haryo di Jakarta, Rabu.

Pemerintah menekankan bahwa stimulus transportasi tidak hanya memberikan kemudahan akses, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas. Peningkatan arus transportasi diyakini turut menjaga aktivitas perdagangan, pariwisata, dan layanan publik tetap berjalan optimal.

Kereta Api Tercapai Lebih dari Target Penumpang

Di moda perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon 30 persen untuk tiket ekonomi komersial sejak 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Program ini mencakup 156 kereta reguler dan 26 kereta tambahan, menargetkan 1,5 juta penumpang.

Hingga 10 Januari 2026, realisasi mencapai 1,7 juta penumpang atau 112,6 persen dari target. Keberhasilan ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan diskon serta kemudahan akses transportasi selama periode Nataru.

KAI menilai pencapaian ini menjadi bukti efektifnya kombinasi antara kebijakan harga dan peningkatan layanan transportasi. Masyarakat merasakan manfaat langsung berupa penurunan biaya perjalanan dan kelancaran transportasi antar kota.

Angkutan Laut dan Penyeberangan Memperoleh Respon Positif

Di moda angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon tarif sebesar 20 persen dari tarif dasar di luar asuransi dan pas pelabuhan. Program ini berlaku sejak 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 untuk tiket kelas ekonomi dan seluruh kelas di 25 kapal penumpang.

Realisasi hingga 10 Januari tercatat lebih dari 406 ribu penumpang dari target 405 ribu, atau mencapai 100 persen. Sementara itu, untuk moda penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan 100 persen atau sekitar 19 persen tarif terpadu rata-rata pada delapan lintasan di 16 pelabuhan.

Hingga 10 Januari, tercatat lebih dari 206 ribu penumpang (90,9 persen) dan 465 ribu kendaraan (94,5 persen) memanfaatkan fasilitas diskon tersebut. Angka ini menunjukkan kebijakan transportasi laut dan penyeberangan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Diskon Tiket Pesawat Mendukung Mobilitas Udara

Kebijakan diskon tiket pesawat dilaksanakan melalui berbagai mekanisme, termasuk PPN Ditanggung Pemerintah (DTP), diskon fuel surcharge, pemotongan PJP2U dan PJP4U, serta pengaturan layanan advance dan extend dengan jam operasional bandara yang lebih lama.

Tujuannya untuk menurunkan tarif tiket kelas ekonomi sebesar 13-14 persen, dengan proyeksi penumpang mencapai 3,5 juta orang. Realisasi hingga 10 Januari tercatat lebih dari 3,7 juta penumpang, atau 104,2 persen dari target. Hal ini menandakan kebijakan penerbangan berhasil mendorong mobilitas udara selama periode liburan Nataru.

Keberhasilan ini juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan perdagangan antarwilayah, karena biaya perjalanan yang lebih rendah mendorong masyarakat untuk bepergian.

Evaluasi Berkala Untuk Kebijakan Transportasi

Haryo menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan diskon transportasi. Langkah ini bertujuan memastikan kebijakan berjalan optimal, responsif terhadap dinamika lapangan, dan menjadi dasar penguatan kebijakan mobilitas nasional di periode libur berikutnya, termasuk Idulfitri.

Evaluasi mencakup efektivitas program, tingkat pemanfaatan masyarakat, serta dampak terhadap arus ekonomi lokal. Pendekatan ini memungkinkan pemerintah menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan nyata masyarakat dan kondisi transportasi di lapangan.

Dengan monitoring yang berkelanjutan, pemerintah dapat mengidentifikasi moda transportasi yang memerlukan perhatian tambahan, memperkuat koordinasi antar lembaga, dan memastikan akses transportasi tetap lancar bagi seluruh masyarakat.

Dampak Positif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Program diskon transportasi Nataru diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,2 persen dan 2026 sebesar 5,4 persen. Proyeksi ini sejalan dengan pandangan optimistis IMF dalam World Economic Outlook Januari 2026, yang menilai perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif.

Stimulus transportasi diyakini tidak hanya membantu mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan konsumsi, memperkuat sektor logistik, dan mendukung sektor pariwisata serta usaha kecil menengah. Peningkatan mobilitas ini memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Keberhasilan kebijakan ini juga menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah untuk menyusun strategi mobilitas dan transportasi di masa depan. Fokus pada kombinasi harga, aksesibilitas, dan layanan akan terus dijadikan landasan perencanaan transportasi nasional.

Pemerintah optimistis, dengan kebijakan transportasi yang tepat sasaran, masyarakat dapat menikmati mobilitas lancar, daya beli tetap terjaga, dan pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil.

Terkini