Jumlah Penumpang Transportasi Publik Jakarta Tembus Rekor Sepanjang Tahun 2025

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:40:59 WIB
Jumlah Penumpang Transportasi Publik Jakarta Tembus Rekor Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - Transportasi publik di Jakarta mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025, menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap angkutan massal. 

Data terbaru Badan Pembinaan BUMD Provinsi Jakarta mencatat Transjakarta, MRT, dan LRT melayani total 461 juta penumpang.

Kepala BP BUMD Provinsi Jakarta, Syaefuloh Hidayat, menekankan angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 16,65 persen dibanding 2024 yang mencapai 402 juta penumpang. Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan publik yang semakin tinggi terhadap transportasi massal ibu kota.

Peningkatan jumlah penumpang juga menjadi indikator keberhasilan Pemprov Jakarta dalam mengembangkan sistem transportasi publik yang lebih efisien, nyaman, dan terintegrasi. Program perluasan rute dan penambahan armada turut berkontribusi terhadap capaian ini.

Transjakarta Tetap Menjadi Moda Transportasi Terfavorit

Transjakarta tercatat sebagai moda transportasi publik dengan jumlah penumpang terbesar sepanjang 2025. Layanan ini melayani 413,3 juta penumpang, meningkat 41,6 juta dari capaian tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini setara dengan kenaikan 11,21 persen, didukung oleh penambahan armada bus sebesar 19,09 persen. Selain itu, Pemprov Jakarta membuka enam rute baru dengan tambahan 327 unit bus selama 2025, memperluas akses ke berbagai kawasan.

Keberhasilan Transjakarta menjadi andalan publik menegaskan pentingnya pengembangan infrastruktur dan rute yang responsif terhadap kebutuhan mobilitas warga. Armada dan jaringan rute yang lebih luas turut menekan tingkat kemacetan dan meningkatkan kecepatan perjalanan.

MRT Jakarta Menunjukkan Pertumbuhan Pengguna Dua Digit

Selain Transjakarta, MRT Jakarta juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, MRT melayani 45,8 juta penumpang, naik 12,95 persen dari 2024 yang mencapai 40,6 juta penumpang.

Kenaikan ini setara dengan penambahan sekitar 5,2 juta penumpang, menunjukkan keberhasilan program integrasi transportasi massal. Pengembangan rute, peningkatan frekuensi layanan, serta kenyamanan stasiun menjadi faktor pendukung utama.

MRT Jakarta kini menjadi pilihan utama warga untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh, terutama di koridor utama yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan strategis. Keamanan dan keandalan layanan turut meningkatkan kepercayaan masyarakat.

LRT Jakarta Terus Menarik Minat Penumpang Baru

Minat masyarakat terhadap LRT Jakarta juga meningkat sepanjang 2025. Total pengguna mencapai 1,3 juta penumpang, atau naik 8,97 persen dibanding 2024. Kenaikan ini menambah lebih dari 100.000 penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan LRT Jakarta menunjukkan layanan ini semakin diterima publik, khususnya di jalur yang menghubungkan kawasan baru dengan pusat transportasi lain. Integrasi dengan moda transportasi lain menjadi kunci keberhasilan.

LRT Jakarta menjadi opsi alternatif bagi warga yang ingin menghindari kemacetan di jalan raya. Dengan konektivitas yang terus ditingkatkan, LRT mampu melayani segmen penumpang yang lebih luas, termasuk pekerja dan pelajar.

Layanan Gratis Mendorong Pemanfaatan Transportasi Publik

Pemprov Jakarta memberikan layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat tertentu, termasuk lansia, pelajar, dan pekerja tertentu. Kebijakan ini membantu mendorong mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi beban biaya transportasi.

Program layanan gratis juga menjadi strategi untuk memperkenalkan transportasi massal kepada masyarakat yang sebelumnya belum memanfaatkan moda umum. Dampak sosial dan ekonomi terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang dan kepuasan publik.

Kebijakan subsidi ini mendukung target jangka panjang pemerintah untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menekan kemacetan, serta menurunkan emisi polusi udara. Pemerintah menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam pemanfaatan transportasi publik.

Integrasi Moda dan Tantangan Subsidi 2026

Syaefuloh Hidayat menekankan pentingnya integrasi moda transportasi untuk meningkatkan efisiensi perjalanan. Transjakarta, MRT, dan LRT terus disinergikan melalui rute yang saling terhubung, memudahkan pengguna berpindah antar moda.

Tantangan ke depan termasuk pengelolaan subsidi agar tetap berkelanjutan dan memastikan layanan tetap nyaman. Pemerintah akan meninjau mekanisme tarif, peningkatan armada, dan pengembangan infrastruktur pendukung untuk menghadapi lonjakan penumpang di tahun-tahun berikutnya.

Peningkatan jumlah penumpang transportasi publik Jakarta sepanjang 2025 menjadi bukti keberhasilan strategi integrasi moda, layanan ramah penumpang, dan kebijakan dukungan pemerintah. Dengan langkah berkelanjutan, diharapkan penggunaan transportasi massal semakin meningkat.

Terkini