BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Januari Wilayah Indonesia Diminta Waspada

Selasa, 20 Januari 2026 | 13:28:55 WIB
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Januari Wilayah Indonesia Diminta Waspada

JAKARTA - Memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026, dinamika atmosfer di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan. 

Kondisi ini mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika kembali menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem kepada publik. Informasi tersebut menjadi pengingat penting bahwa perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan berpotensi menimbulkan dampak serius bagi aktivitas masyarakat maupun keselamatan lingkungan.

Peringatan dini yang berlaku pada 20 hingga 21 Januari 2026 ini menyoroti potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem di sejumlah provinsi. 

Selain hujan lebat, angin kencang juga diprediksi menyertai beberapa wilayah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologis. Dalam situasi seperti ini, kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.

Puncak Musim Hujan Dan Risiko Hidrometeorologis

BMKG menjelaskan bahwa periode akhir Januari berada dalam fase aktif musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer yang lembap serta aktifnya sistem cuaca regional memicu pembentukan awan hujan yang intens. Situasi ini berpotensi memunculkan hujan lebat dalam durasi yang cukup lama di beberapa daerah.

Hujan dengan intensitas tinggi berisiko menimbulkan berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Wilayah dengan topografi perbukitan dan sistem drainase yang kurang optimal menjadi area yang perlu mendapat perhatian lebih. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan informasi peringatan dini yang disampaikan secara resmi.

Wilayah Waspada Dan Siaga Pada 20 Januari 2026

Pada 20 Januari 2026, BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam kategori waspada untuk hujan sedang hingga lebat. Daerah tersebut meliputi Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, serta beberapa wilayah Sulawesi seperti Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Selain itu, Maluku Utara, Maluku, serta sejumlah wilayah Papua juga masuk dalam daftar ini.

Sementara itu, kategori siaga yang menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat mencakup Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Pada level ini, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan karena risiko bencana dinilai lebih tinggi.

Untuk kategori awas, BMKG menetapkan Nusa Tenggara Timur sebagai wilayah dengan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem. Status ini menandakan perlunya kesiapan maksimal dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Potensi Angin Kencang Perlu Diantisipasi

Selain hujan lebat, peringatan dini juga mencakup potensi angin kencang di sejumlah wilayah. Pada 20 Januari 2026, wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang antara lain Bali, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Angin kencang dapat memperparah dampak hujan lebat, terutama dengan meningkatkan risiko pohon tumbang dan kerusakan bangunan ringan. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu transportasi darat, laut, maupun udara. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap fenomena angin tidak kalah penting dibandingkan hujan ekstrem.

Prakiraan Cuaca Pada 21 Januari 2026

Memasuki 21 Januari 2026, pola cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut di sejumlah wilayah. Kategori waspada untuk hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatra Selatan, Lampung, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Maluku, Maluku Utara, serta berbagai wilayah Papua juga tetap berada dalam pengawasan.

Untuk kategori siaga, wilayah Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan diperkirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, Nusa Tenggara Timur kembali masuk dalam kategori awas dengan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Peringatan angin kencang pada 21 Januari 2026 mencakup wilayah yang cukup luas, antara lain Bali, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Imbauan Kewaspadaan Bagi Masyarakat Dan Pemerintah

BMKG mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Kewaspadaan dini dapat membantu masyarakat mengambil langkah antisipatif, seperti menghindari wilayah rawan bencana, memastikan saluran air tidak tersumbat, serta mempersiapkan kebutuhan darurat.

Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kesiapan personel, peralatan, serta sistem peringatan dini di tingkat lokal menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko korban dan kerugian material.

Dengan memahami potensi cuaca ekstrem pada 20 hingga 21 Januari 2026, diharapkan seluruh pihak dapat lebih siap menghadapi dampaknya. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama menjadi langkah utama untuk menjaga keselamatan dan meminimalkan risiko bencana di tengah puncak musim hujan.

Terkini