Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini Disertai Rekomendasi Saham Potensial Investor

Senin, 19 Januari 2026 | 13:56:53 WIB
Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini Disertai Rekomendasi Saham Potensial Investor

JAKARTA - Memasuki awal pekan, arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan kembali menjadi perhatian pelaku pasar. 

Setelah mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan sebelumnya, laju IHSG pada Senin, 19 Januari 2026, diperkirakan tidak sepenuhnya mulus. Sejumlah analis menilai pasar masih akan diwarnai sikap hati-hati investor yang mencermati sentimen global maupun domestik.

Meski demikian, peluang tetap terbuka bagi investor untuk mencermati saham-saham pilihan yang dinilai memiliki prospek menarik dalam jangka pendek. Rekomendasi saham hari ini hadir sebagai panduan di tengah potensi pergerakan indeks yang cenderung terbatas, dengan strategi yang lebih selektif dan disiplin.

Arah IHSG Berpotensi Bergerak Terbatas

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG sebelumnya ditutup menguat 0,47 persen disertai aksi beli bersih investor asing senilai Rp 474 miliar pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, PTRO, BMRI, INCO, dan JPFA menjadi incaran utama investor asing.

Meski mencatat penguatan, IHSG dinilai berpotensi bergerak sideways pada perdagangan hari ini. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa ruang gerak indeks cenderung terbatas dengan kecenderungan konsolidasi. Kondisi ini mencerminkan pasar yang tengah menunggu sentimen baru.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran level support 9.000 hingga 9.040. Sementara itu, level resistance berada pada area 9.100 hingga 9.150. Rentang pergerakan ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi transaksi harian.

Sentimen Global Tekan Pergerakan Pasar

Dari sisi global, tekanan eksternal turut membayangi pergerakan IHSG. Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa pelemahan pasar Amerika Serikat dan regional menjadi sentimen negatif yang memengaruhi perdagangan saham hari ini. Sejumlah indeks utama Asia tercatat bergerak melemah pada pembukaan perdagangan.

Pada Senin pagi, indeks Kospi tercatat melemah 0,23 persen, sementara indeks Nikkei terpangkas 0,99 persen. Pelemahan ini mencerminkan kehati-hatian investor global dalam merespons perkembangan ekonomi dan kebijakan di negara maju. Sentimen tersebut berpotensi menular ke pasar domestik.

Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung selektif dalam mengambil posisi. Investor jangka pendek lebih berhati-hati, sementara investor jangka menengah mulai mempertimbangkan peluang koreksi sebagai momen akumulasi saham-saham berkualitas.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Di tengah potensi pergerakan IHSG yang terbatas, analis BNI Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati. Saham-saham tersebut dipilih berdasarkan analisis teknikal dan peluang pergerakan harga dalam jangka pendek.

Fanny Suherman merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), serta PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP). Saham-saham ini masuk dalam daftar trading idea hari ini.

Strategi yang disarankan mencakup skema speculative buy, buy if break, maupun buy on weakness, dengan penetapan area beli, target, serta batas cut loss yang jelas. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu investor mengelola risiko di tengah volatilitas pasar.

Strategi Trading Saham Hari Ini

Untuk saham ASII, strategi speculative buy disarankan dengan area beli di 7.050 dan cut loss di bawah 7.000. Target terdekat berada pada kisaran 7.125 hingga 7.200. Saham ini dinilai masih memiliki potensi teknikal yang menarik.

Saham CUAN direkomendasikan speculative buy di area 1.835 hingga 1.850, dengan cut loss di bawah 1.835 dan target dekat di 1.890 hingga 1.910. Sementara itu, INET direkomendasikan buy if break di level 525, dengan target 555 hingga 590 dan cut loss di bawah 490.

Untuk DEWA, strategi buy if break disarankan pada level 770 dengan target 795 hingga 830 dan cut loss di bawah 745. Saham BUVA direkomendasikan buy on weakness di area 1.835 hingga 1.865, dengan target 1.910 hingga 1.975 dan cut loss di bawah 1.835. Adapun INKP direkomendasikan speculative buy di area 9.875 hingga 9.950, dengan target 10.100 hingga 10.300 dan cut loss di bawah 9.875.

Rekor IHSG dan Dinamika Sektoral

Sebelumnya, IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. Mengutip data RTI, IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke posisi 9.075,40, melampaui rekor sebelumnya di level 9.032,58. Penguatan ini terjadi jelang libur panjang.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase uptrend. Secara teknikal, indeks dalam jangka pendek telah mencapai target di area 9.100. Penguatan ini terjadi meski pasar global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan.

Dari sisi sektoral, sektor perbankan berkapitalisasi besar menjadi pendorong utama IHSG, disusul sektor consumer cyclical. Namun, beberapa sektor lain justru mengalami koreksi, mencerminkan pergerakan pasar yang tidak merata.

Kinerja Perdagangan dan Pergerakan Sektor

Pada perdagangan Kamis, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 9.100,82 dan level terendah di 9.040,99. Sebanyak 339 saham menguat, 331 saham melemah, dan 133 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 3,37 juta kali dengan volume 50,6 miliar saham.

Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 28,1 triliun, dengan kapitalisasi pasar menyentuh Rp 16.511 triliun. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.880. Data ini mencerminkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski diwarnai volatilitas.

Dari sisi sektor, saham industri mencatat penurunan terbesar sebesar 2,31 persen. Sektor transportasi melemah 0,97 persen, disusul sektor basic dan properti. Di sisi lain, sektor consumer siklikal, keuangan, teknologi, dan infrastruktur justru mencatat penguatan, menunjukkan adanya rotasi sektor di pasar saham.

Terkini