Apresiasi Warga Tomia atas DAMRI Dorong Konektivitas Pariwisata Dan Ekonomi Kepulauan Lokal

Minggu, 18 Januari 2026 | 10:48:31 WIB
Apresiasi Warga Tomia atas DAMRI Dorong Konektivitas Pariwisata Dan Ekonomi Kepulauan Lokal

JAKARTA - Kehadiran layanan transportasi publik di wilayah kepulauan sering kali menjadi harapan lama masyarakat.

Di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, harapan tersebut kini mulai terwujud dengan beroperasinya armada Perum DAMRI. Layanan ini langsung menarik perhatian publik karena dianggap menjawab kebutuhan dasar mobilitas sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal yang selama ini terkendala akses transportasi.

DAMRI kini melayani rute strategis dari dan menuju Bandara Maranggo serta sejumlah titik penting di Pulau Tomia. Masyarakat menilai kehadiran angkutan umum berjadwal ini membawa perubahan nyata, terutama dalam kemudahan perjalanan harian warga dan wisatawan. Akses yang lebih tertata dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu serta kenyamanan perjalanan di wilayah kepulauan.

Transportasi publik menjawab tantangan wilayah kepulauan

Pulau Tomia selama ini dikenal memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Keterbatasan moda transportasi publik membuat mobilitas masyarakat sangat bergantung pada kendaraan pribadi atau jasa transportasi informal. Kehadiran DAMRI dinilai sebagai terobosan yang mampu menjawab persoalan tersebut dengan solusi yang lebih terjangkau dan aman.

Hal ini disampaikan oleh akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo Kendari, Dr. La Ode Suriadi, SE, M.Si, yang juga merupakan putra asli Waha Tomia. Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan PINISI.co.id, ia menilai kehadiran DAMRI sebagai langkah konkret dalam memperbaiki konektivitas antartitik penting di Pulau Tomia.

“Ini merupakan terobosan penting, terutama bagi daerah kepulauan seperti Tomia yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi publik. DAMRI memberikan solusi transportasi yang aman, terjangkau, dan terintegrasi,” ujar La Ode Suriadi.

Sinergi pusat dan BUMN dorong pemerataan layanan

Menurut La Ode Suriadi, beroperasinya DAMRI di Pulau Tomia tidak lepas dari sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Perum DAMRI. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan transportasi publik nasional hingga ke wilayah dengan kondisi geografis menantang seperti Wakatobi.

Langkah tersebut dipandang strategis karena transportasi publik merupakan fondasi penting dalam pembangunan wilayah kepulauan. Dengan adanya layanan reguler dan terjadwal, masyarakat memperoleh kepastian mobilitas yang selama ini sulit diwujudkan. Selain itu, keberadaan DAMRI juga menjadi simbol kehadiran negara dalam menjamin akses transportasi yang merata.

Peran DAMRI dalam penguatan sektor pariwisata

Pulau Tomia merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Status tersebut menuntut dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk transportasi darat yang terintegrasi. Kehadiran DAMRI dinilai sangat krusial dalam memperlancar arus wisatawan dari bandara menuju kawasan permukiman dan destinasi unggulan.

Layanan DAMRI menghubungkan Bandara Maranggo dengan berbagai titik strategis, termasuk pelabuhan dan akses menuju lokasi wisata. Dengan sistem transportasi yang lebih tertata, wisatawan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan efisien. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Tomia sebagai destinasi wisata berkelas nasional maupun internasional.

Dampak ekonomi bagi masyarakat dan UMKM

Selain mendukung pariwisata, kehadiran DAMRI juga diharapkan membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Transportasi yang lebih terjangkau akan menekan biaya perjalanan warga, sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor jasa dan perdagangan.

Pemerintah daerah dan masyarakat menyambut positif layanan ini karena diyakini dapat memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata. Pelaku UMKM setempat berpeluang memperoleh akses pasar yang lebih luas seiring meningkatnya kunjungan wisatawan. Dengan mobilitas yang lebih lancar, aktivitas ekonomi di Pulau Tomia diharapkan semakin dinamis.

Integrasi rute tingkatkan kenyamanan perjalanan

Keunggulan lain dari layanan DAMRI di Pulau Tomia terletak pada konsep integrasi rute. Armada DAMRI dirancang untuk menghubungkan bandara dengan kawasan permukiman, pelabuhan, dan jalur menuju destinasi wisata. Integrasi ini membuat perjalanan menjadi lebih sederhana tanpa harus berganti moda berkali-kali.

Bagi wisatawan, sistem tersebut memberikan kesan positif sejak pertama kali tiba di Tomia. Sementara bagi masyarakat lokal, kehadiran DAMRI mempermudah aktivitas harian seperti bekerja, bersekolah, maupun mengakses layanan publik lainnya. Efisiensi waktu dan biaya menjadi nilai tambah yang dirasakan langsung.

Harapan keberlanjutan layanan DAMRI di Tomia

Ke depan, masyarakat berharap layanan DAMRI di Pulau Tomia terus dioptimalkan. Peningkatan frekuensi perjalanan, penyesuaian jadwal dengan aktivitas masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan menjadi beberapa hal yang dinilai penting untuk keberlanjutan program ini.

Selain itu, keterpaduan antarmoda juga diharapkan semakin diperkuat agar transportasi publik benar-benar menjadi pengungkit pembangunan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang konsisten dan berorientasi pada kebutuhan lokal, DAMRI diyakini mampu menjadi tulang punggung mobilitas di Wakatobi, khususnya Pulau Tomia.

Kehadiran DAMRI tidak hanya sekadar menghadirkan bus di wilayah kepulauan, tetapi juga membawa harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin baik, Pulau Tomia berpeluang berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang inklusif dan berkelanjutan.

Terkini