JAKARTA - Awal tahun kerap menjadi periode penyesuaian bagi industri otomotif, termasuk segmen kendaraan listrik.
Memasuki Januari 2026, sejumlah pabrikan mulai menyesuaikan banderol produk yang dipasarkan di Indonesia. Kondisi tersebut turut memengaruhi harga mobil listrik yang sebelumnya diperkenalkan dengan harga kompetitif. Salah satu model yang mengalami perubahan harga adalah Changan Lumin EV.
Mobil listrik berukuran mungil ini sebelumnya menarik perhatian karena diposisikan sebagai kendaraan listrik terjangkau. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan.
Penyesuaian tersebut membuat harga Changan Lumin EV kini berada di level yang setara dengan model listrik lain di pasar nasional. Situasi ini pun memunculkan perbandingan dengan kendaraan listrik sekelasnya.
Penyesuaian Harga Changan Lumin EV di Awal Tahun
Pabrikan otomotif asal Cina, Changan, terpantau melakukan penyesuaian harga untuk salah satu mobil listrik andalannya di Indonesia. Berdasarkan informasi terbaru, Changan Lumin EV mengalami kenaikan harga pada Januari 2026. Langkah ini sejalan dengan tren penyesuaian harga yang kerap terjadi di awal tahun.
Saat pertama kali diluncurkan pada akhir 2025, Changan Lumin EV ditawarkan dengan harga sekitar Rp 178 juta untuk wilayah DKI Jakarta. Harga tersebut sempat menjadi daya tarik utama karena tergolong kompetitif di segmen mobil listrik mungil. Namun, kondisi tersebut kini berubah seiring penyesuaian terbaru dari pihak pabrikan.
Kenaikan Banderol Capai Rp 21 Jutaan
Mengacu pada laman resmi Changan yang diakses pada Minggu, 18 Januari 2026, harga Changan Lumin EV kini tercantum sebesar Rp 199 juta. Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar Rp 21 juta dibandingkan harga peluncuran. Kenaikan ini tergolong cukup signifikan untuk segmen kendaraan listrik kompak.
Jika dilihat lebih rinci, angka tersebut kini setara dengan harga mobil listrik lain di pasar Indonesia, salah satunya BYD Atto 1 varian termurah. Kondisi ini menempatkan Changan Lumin EV dalam persaingan langsung dengan model-model yang sebelumnya berada di kelas harga berbeda. Perubahan posisi harga ini tentu menjadi pertimbangan baru bagi calon konsumen.
Faktor Penyesuaian Harga di Awal Tahun
Kenaikan harga Changan Lumin EV dinilai cukup wajar jika melihat sejumlah faktor yang memengaruhi industri otomotif. Memasuki awal tahun, biasanya terjadi penyesuaian Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBNKB. Kebijakan ini secara langsung berdampak pada harga jual kendaraan, termasuk mobil listrik.
Selain itu, harga bahan baku juga turut memengaruhi banderol kendaraan listrik di dalam negeri. Komponen baterai dan material pendukung lainnya masih bergantung pada dinamika pasar global. Oleh karena itu, penyesuaian harga menjadi langkah yang sulit dihindari oleh pabrikan, termasuk Changan, demi menjaga keberlanjutan produksi dan distribusi.
Posisi Changan Lumin EV di Pasar Asia Tenggara
Sebelum masuk ke Indonesia, Changan Lumin EV telah lebih dulu dipasarkan di beberapa negara Asia Tenggara. Model ini tercatat sudah hadir di Filipina dan Thailand. Kehadirannya di kawasan tersebut menunjukkan bahwa Changan serius menggarap segmen kendaraan listrik kompak untuk pasar regional.
Dari sisi konsep, Changan Lumin EV mengambil pendekatan yang serupa dengan Wuling Air ev serta VinFast VF 3. Mobil ini mengusung desain tiga pintu dengan konfigurasi empat penumpang atau 4-seater. Karakter tersebut membuatnya cocok digunakan sebagai kendaraan perkotaan dengan mobilitas harian yang padat.
Desain Eksterior Minimalis dan Fungsional
Secara tampilan, Changan Lumin EV mengusung desain yang sederhana dan minim ornamen tambahan. Mobil listrik ini tidak dibekali body kit berlebihan sehingga tampil bersih dan fungsional. Konsep minimalis tersebut justru menjadi ciri khas yang membedakannya dari kompetitor.
Penggunaan door handle model flush turut memperkuat kesan simpel pada bagian eksterior. Di bagian depan, terdapat desain headlight unik yang membuatnya mudah dikenali. Pada bumper tengah, tersemat emblem kecil bertuliskan Lumin yang menambah identitas tanpa terlihat mencolok. Sementara itu, pelek yang digunakan berukuran 14 inci dengan desain yang mirip mobil listrik mungil lainnya di Indonesia.
Interior Sederhana dengan Fitur Pendukung
Masuk ke dalam kabin, Changan Lumin EV menghadirkan interior dengan balutan warna abu-abu dan hitam. Kombinasi ini memberikan kesan modern sekaligus praktis. Meski berstatus mobil listrik kompak, fitur yang disematkan tergolong memadai untuk penggunaan sehari-hari.
Untuk mendukung pengalaman berkendara, tersedia panel instrumen berukuran tujuh inci serta head unit berukuran 10,25 inci. Selain itu, kursi baris kedua dapat dilipat guna memperluas kapasitas bagasi. Fitur ini memungkinkan pengguna membawa barang lebih banyak sesuai kebutuhan, terutama untuk aktivitas perkotaan.
Spesifikasi Motor dan Jarak Tempuh
Dari sisi performa, Changan Lumin EV mengandalkan motor listrik dengan tenaga maksimal 35 kW atau setara 46 hp. Motor tersebut menghasilkan torsi puncak sebesar 83 Nm. Performa ini dinilai cukup untuk mobilitas harian di dalam kota dengan karakter berkendara yang halus.
Motor listrik tersebut dipadukan dengan baterai Lithium Ferro-Phosphate atau LFP berkapasitas 28,08 kWh. Kecepatan maksimum mobil listrik mungil ini mencapai 101 km per jam. Dalam satu kali pengisian daya penuh, jarak tempuh yang diklaim mencapai hingga 301 kilometer, menjadikannya cukup efisien untuk penggunaan harian di perkotaan.