Komunikasi publik menjadi elemen penting dengan terus memantau informasi resmi BMKG melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial, dan siaran radio atau televisi.
Wilayah yang berpotensi terdampak cuaca buruk
BMKG mendeteksi dua bibit siklon tropis dan satu siklon tropis aktif di dekat wilayah Indonesia. Kondisi ini menyebabkan sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan. Untuk potensi hujan sedang hingga lebat, wilayah yang perlu diantisipasi meliputi Kalimantan Utara bagian utara, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku bagian selatan.
Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di Nusa Tenggara Timur serta Maluku bagian selatan. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau memperhatikan keselamatan, terutama bagi aktivitas luar ruang yang berisiko terdampak hembusan angin kuat.
Ancaman gelombang tinggi di sejumlah perairan
Tidak hanya di daratan, potensi bahaya juga mengintai wilayah perairan. BMKG memperkirakan gelombang hingga 2,5 meter dapat terjadi di perairan Sangihe-Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku, Selat Bali, Lombok, Sumba, serta Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB.
Selain itu, Laut Sawu, Laut Banda bagian selatan, perairan Kepulauan Kei dan Kepulauan Aru, serta Laut Arafuru bagian tengah dan timur juga masuk dalam kategori waspada.
Untuk gelombang yang lebih tinggi, hingga mencapai 4 meter, potensi terjadi di perairan Kepulauan Babar dan Kepulauan Tanimbar, perairan Kupang, Samudra Hindia selatan NTT, serta Laut Arafuru bagian barat. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi pelayaran dan aktivitas laut lainnya.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, BMKG kembali menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif. Informasi cuaca terkini harus terus dipantau agar masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengambil langkah tepat. Kesiapan dan kepatuhan terhadap peringatan dini menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman tiga siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.