JAKARTA - Di tengah udara malam Kota Solo yang sejuk, secangkir wedang dongo kerap menjadi pelengkap sempurna untuk menutup hari.
Minuman tradisional berbahan jahe ini tidak sekadar menghangatkan tubuh, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang budaya kuliner masyarakat Solo yang terus hidup lintas generasi.
Wedang dongo dikenal lewat kuah jahe pekat yang harum, dipadukan bola-bola ronde kenyal, kacang tanah, dan kolang-kaling. Racikan sederhana ini menjelma menjadi simbol kehangatan, baik secara rasa maupun suasana. Tak heran jika wedang dongo selalu dicari oleh warga lokal hingga wisatawan.
Menariknya, setiap tempat penyaji wedang dongo di Solo memiliki ciri khas masing-masing. Ada yang mempertahankan resep turun-temurun sejak puluhan tahun lalu, ada pula yang berani menghadirkan sentuhan modern agar tetap relevan dengan selera masa kini.
Berikut ini rekomendasi tempat makan wedang dongo di Solo yang patut Anda kunjungi. Mulai dari yang legendaris hingga kekinian, semuanya menawarkan pengalaman rasa dan suasana yang berbeda.
Warung Legendaris Penjaga Rasa Otentik
Wedang Dongo Pak Untung dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Solo yang sarat sejarah. Berdiri sejak 1955, tempat ini kerap disebut sebagai pelopor wedang dongo dengan cita rasa paling asli. Konon, racikannya dahulu menjadi sajian khusus lingkungan keraton.
Keaslian rasa menjadi kekuatan utama warung ini. Kuah jahenya kuat namun seimbang, sementara ronde dan isian lainnya disajikan dalam porsi pas. Lokasi utamanya berada di kawasan Sewu, dengan beberapa cabang yang memudahkan pengunjung.
Tak jauh berbeda, Resto Wedang Dongo Keprabon juga menyimpan sejarah panjang sejak 1963. Berawal dari pedagang kaki lima, tempat ini kini hadir sebagai restoran nyaman yang cocok untuk keluarga. Selain wedang dongo, tersedia pula menu makanan berat yang melengkapi pengalaman bersantap.
Favorit Malam dengan Suasana Sederhana
Bagi pencinta kuliner malam, Dongo Cahaya di kawasan Tipes menjadi destinasi yang sulit dilewatkan. Meski terletak di gang sempit, tempat ini justru selalu ramai, terutama saat malam hari. Ronde berukuran besar dengan isian kacang menjadi ciri khasnya.
Selain wedang dongo, pengunjung juga bisa menikmati aneka sate tusuk bakaran dengan harga terjangkau. Suasana sederhana dan ramai membuat pengalaman makan terasa hangat dan akrab, khas warung tradisional Solo.
Wedang Dongo MJ-9 hadir sebagai pilihan lain yang tak kalah diminati. Berdiri sejak 2007, tempat ini dikenal bersih dan nyaman. Keunggulannya terletak pada kemudahan pemesanan, karena tersedia di berbagai layanan pesan-antar online.
Dengan beberapa cabang di Solo, MJ-9 menjadi pilihan praktis bagi mereka yang ingin menikmati wedang dongo tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Inovasi Rasa untuk Penikmat Kekinian
Wedang Dongo Wijaya menawarkan pengalaman berbeda lewat berbagai inovasi rasa. Tempat ini menjadi favorit kalangan muda yang ingin mencoba wedang dongo dengan sentuhan modern, tanpa meninggalkan unsur tradisionalnya.
Lokasinya tersebar di kawasan Tipes dan Balapan, menjadikannya mudah dijangkau. Variasi menu yang unik membuat tempat ini sering menjadi perbincangan di kalangan pencinta kuliner Solo.
Sementara itu, Warung Srie Redjeki dikenal lewat duet ronde dan siomay yang legendaris. Berdiri sejak 1986, warung ini menjadi saksi perjalanan panjang kuliner tradisional di Solo. Meski fokus utamanya ronde, cita rasanya kerap disandingkan dengan wedang dongo klasik.
Suasana warung yang sederhana justru menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati sajian hangat sambil merasakan nuansa Solo tempo dulu yang masih terjaga.
Tempat Nongkrong Santai di Pinggiran Kota
Wedangan Widodari di kawasan Colomadu hadir dengan konsep wedangan modern. Berada di pinggiran Solo, tempat ini menjadi pilihan favorit anak muda untuk nongkrong santai pada sore hingga malam hari.
Area terbuka dan penataan tempat yang kekinian membuat suasana terasa lebih rileks. Wedang dongo di sini disajikan sebagai bagian dari pengalaman bersantai, bukan sekadar minuman penghangat.
Dengan perpaduan menu tradisional dan konsep modern, Wedangan Widodari berhasil menarik beragam kalangan. Lokasinya yang strategis di jalur utama Colomadu juga memudahkan akses bagi pengunjung luar kota.
Keberagaman tempat makan wedang dongo di Solo menunjukkan betapa kuatnya posisi minuman tradisional ini dalam kehidupan masyarakat. Dari warung sederhana hingga tempat nongkrong modern, wedang dongo terus beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.
Menjelajahi wedang dongo di Solo bukan hanya soal rasa, tetapi juga perjalanan menyusuri sejarah, budaya, dan kehangatan kota ini. Setiap tegukan menghadirkan cerita yang layak untuk dikenang.