Bulog Optimis Capai Target Penyerapan Beras Nasional Empat Juta Ton 2026 Meski Bencana Melanda Sumatera

Senin, 12 Januari 2026 | 11:23:01 WIB
Bulog Optimis Capai Target Penyerapan Beras Nasional Empat Juta Ton 2026 Meski Bencana Melanda Sumatera

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera tidak akan mengganggu target penyerapan beras nasional 4 juta ton pada 2026. Hal ini dilakukan sesuai penugasan pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.

Rizal menjelaskan pemerintah menyiapkan pemulihan sawah terdampak melalui pompanisasi serta dukungan pembiayaan penuh dari Kementerian Pertanian secara terukur. Langkah ini diyakini cukup untuk menjaga target nasional tetap on track.

Pemulihan Sawah Terdampak Bencana

"Insya Allah tercapai (target penyerapan beras 4 juta ton). Karena kerusakan sawah yang ada di Sumatera itu sudah diyakinkan oleh Bapak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) akan ada pompanisasi dan didukung pembiayaannya," kata Rizal di Jakarta, Minggu 11 Januari 2026. Pernyataan ini disampaikan saat Rakernas bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026.

Menurut Rizal, Menteri Pertanian telah memastikan kerusakan lahan di Sumatera dapat dipulihkan cepat dan langsung ditindaklanjuti melalui kunjungan kerja ke Banda Aceh dan Sumatera Utara. Dengan cara ini, produksi beras nasional tetap terjaga meski beberapa wilayah terdampak bencana.

Sentra Produksi Utama Tetap Optimal

Rizal menekankan pengaruh bencana di Januari terhadap target nasional terbatas karena wilayah terdampak bukan sentra utama produksi pangan. Sentra utama produksi beras berada di Jawa, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wilayah-wilayah ini tetap berproduksi optimal, menopang pasokan beras nasional sekaligus mendukung penyerapan Bulog secara efektif pada 2026. Dengan kondisi ini, penguatan cadangan beras pemerintah (CBP) juga tetap berjalan lancar.

Luas Kerusakan Sawah di Sumatera

Luas kerusakan sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat relatif kecil, masih di bawah 30 persen. Rizal menyebut kerusakan ini tidak signifikan sehingga keseimbangan pasokan beras nasional tetap terjaga.

"Yang rusak enggak terlalu besar. Belum sampai 30 persen, hanya kalau enggak salah belasan persen, masih kecil angkanya," ujar Rizal. Pernyataan ini menegaskan bahwa dampak bencana terhadap penyerapan beras nasional dapat ditangani dengan baik.

Optimisme Bulog dalam Penyerapan Beras 2026

Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, Bulog optimistis penyerapan beras petani tetap maksimal pada 2026. Target 4 juta ton diyakini dapat dicapai tanpa terganggu oleh bencana di Sumatera.

Penguatan stok cadangan beras pemerintah dilakukan sebagai langkah strategis untuk mempertahankan keberlanjutan swasembada beras. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan keberhasilan ini saat kunjungan ke Karawang, Jawa Barat, Rabu 7 Januari 2026.

Peran Mitigasi dan Pompanisasi

Pemulihan sawah melalui pompanisasi memungkinkan produksi beras tetap berlangsung meski kondisi cuaca ekstrem melanda. Dukungan pembiayaan Kementerian Pertanian memastikan semua langkah pemulihan dapat diterapkan secara cepat dan tepat sasaran.

Dengan strategi ini, Bulog dapat mempertahankan kinerja penyerapan beras nasional sekaligus menjamin pasokan stabil bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Efektivitas mitigasi bencana menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan.

Target Nasional dan Dukungan Pemerintah

Meski Januari merupakan masa pemulihan pascabencana, pengaruhnya terhadap target nasional terbatas karena sentra utama produksi tetap beroperasi optimal. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan semua dukungan teknis dan pembiayaan tersedia.

Kolaborasi antara Bulog dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjamin penyerapan beras nasional 4 juta ton tetap tercapai. Langkah ini sekaligus menunjukkan kesiapan menghadapi berbagai risiko produksi pangan.

Penyerapan Beras Nasional Tetap Terjaga

Bulog tetap optimistis target 4 juta ton penyerapan beras nasional 2026 tercapai meski bencana melanda Sumatera. Kesiapan pemulihan sawah, dukungan pembiayaan, dan penguatan stok cadangan pemerintah menjadi kunci keberhasilan.

Strategi ini memastikan ketahanan pangan nasional tetap stabil dan masyarakat memperoleh pasokan beras yang cukup. Kinerja Bulog dalam menghadapi bencana menunjukkan komitmen kuat menjaga swasembada pangan nasional.

Terkini