Pertamina Tancap Gas Bangun RDMP Balikpapan Senilai Rp123 Triliun

Senin, 12 Januari 2026 | 10:12:29 WIB
Pertamina Tancap Gas Bangun RDMP Balikpapan Senilai Rp123 Triliun

JAKARTA - Upaya memperkuat fondasi energi nasional terus digerakkan PT Pertamina (Persero) melalui pembangunan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Proyek strategis bernilai investasi sekitar Rp123 triliun ini menjadi salah satu langkah paling ambisius dalam sejarah pengembangan kilang nasional, karena tidak hanya menyasar peningkatan kapasitas pengolahan, tetapi juga membangun sistem penerimaan dan distribusi minyak mentah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

RDMP Balikpapan yang telah dimulai sejak 2019 dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan energi domestik yang terus meningkat. Dengan pertumbuhan konsumsi BBM dan tantangan ketergantungan impor, proyek ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan kilang dalam mengolah minyak mentah secara lebih fleksibel, efisien, dan berkelanjutan.

Dibangun dengan Sistem Terintegrasi

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan dibangun dengan konsep sistem terintegrasi. Artinya, pengembangan tidak hanya difokuskan pada unit pengolahan kilang, tetapi juga mencakup seluruh rantai pasok minyak mentah sejak diterima hingga diproses menjadi produk energi.

“RDMP Balikpapan dibangun secara terintegrasi mulai dari penyediaan bahan baku, pipa transfer hingga produksinya,” ujar Baron.

Konsep terintegrasi tersebut menjadi fondasi utama dalam pengembangan RDMP Balikpapan agar operasional kilang dapat berjalan lebih andal dan efisien.

Modernisasi Kilang Eksisting

Dalam proyek ini, Pertamina melakukan modernisasi kilang eksisting melalui pengembangan 21 unit proses baru serta pembangunan 13 unit utilitas pendukung. Selain itu, empat unit utama pengolahan juga direvitalisasi guna meningkatkan fleksibilitas serta keandalan operasional kilang.

Langkah modernisasi tersebut ditujukan untuk menggenjot kemampuan kilang dalam mengolah minyak mentah dengan karakteristik yang lebih beragam, sekaligus memastikan proses produksi berjalan secara optimal.

Tingkatkan Fleksibilitas dan Kualitas BBM

Baron menegaskan bahwa pembangunan dan revitalisasi unit-unit tersebut bertujuan meningkatkan fleksibilitas serta keandalan pengolahan minyak mentah. Selain itu, pengembangan ini juga mendukung peningkatan kualitas produk BBM agar sesuai dengan standar yang lebih tinggi.

Peningkatan kualitas BBM menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.

Penguatan Infrastruktur Hulu

Dari sisi hulu rantai pasok, Pertamina turut memperkuat infrastruktur penerimaan minyak mentah. Perusahaan membangun dua tangki penyimpanan minyak mentah, masing-masing berkapasitas satu juta barel. Keberadaan fasilitas ini berfungsi menjaga kesinambungan pasokan minyak mentah ke kilang.

Selain tangki penyimpanan, Pertamina juga memperluas infrastruktur penerimaan minyak dengan pembangunan jaringan pipa onshore dan offshore. Jaringan ini menghubungkan fasilitas penerimaan minyak dengan kilang secara langsung dan efisien.

Fasilitas SPM Layani Kapal Besar

Untuk melengkapi sistem penerimaan minyak mentah, Pertamina membangun fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang mampu melayani kapal tanker hingga 320.000 DWT. Fasilitas ini memungkinkan bongkar muat minyak mentah dalam volume besar sehingga memperkuat efisiensi logistik dan operasional kilang.

Keberadaan SPM menjadi salah satu elemen penting dalam memastikan pasokan minyak mentah dapat diterima secara aman dan berkesinambungan.

Dikembangkan dalam Tiga Tahap

RDMP Balikpapan dikembangkan dalam tiga tahap utama. Tahap pertama meliputi pekerjaan pendahuluan, tahap kedua berfokus pada pembangunan fasilitas inti kilang, sementara tahap ketiga diarahkan pada penguatan sistem logistik minyak mentah.

Skema pengembangan bertahap ini dirancang untuk mendukung peningkatan volume pengolahan minyak mentah sekaligus menjaga kontinuitas pasokan ke kilang.

Proyek Kilang Terbesar Pertamina

Baron menyebut RDMP Balikpapan sebagai salah satu proyek kilang terbesar yang saat ini dijalankan Pertamina. Proyek ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kapasitas pengolahan domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

“RDMP Balikpapan menjadi pondasi penting penguatan sistem energi nasional. Melalui pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pondasi Energi Nasional Jangka Panjang

Dengan nilai investasi mencapai Rp123 triliun, RDMP Balikpapan tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga simbol transformasi industri energi nasional. Proyek ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan terhadap ketahanan energi, efisiensi pengolahan, serta penguatan industri energi dalam negeri di masa depan.

Terkini